Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Pemerintah Kota Malang, Jum’at (12/3) hari ini, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Undang-undang No. 44 tahun 2008. Acara bertajuk “Forum Advokasi dan Edukasi Dalam Implementasi UU No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi” ini digelar di Hall Green Palace Hotel Malang.
Wakil Walikota Malang, Drs. Bambang Priyoutomo, BSc, membuka acara ini. Dalam sambutannya ia mengatakan, Undang-undang No. 44 tahun 2008 ini dalam perjalanannya melalui pro dan kotra yang panjang. Dikatakan Bambang, semula, draf Undang-undang ini diberi nama UU Pornografi dan Pornoaksi, kemudian ditetapkan sebagai undang-undang, menjadi UU Pornografi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang, Dra. Triwidyani P. MSi, selaku Ketua pelaksana mengatakan, Forum Advokasi dan Edukasi dalam implentasi ini mutlak dilaksanakan. Sehingga masyarakat dapat memahami dan mengimpletasikannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Tri Widyani menambahkan, acara ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang ada di Kota Malang. Diantaranya, Polri, kalangan akademisi, pendidik, PNS, oraganisasi wanita, lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh agama, organisasi pemuda dan lain-lain.
Sementara itu, pemateri terdiri dari Peri Umar Farouq dari Ketua Gerakan “Jangan Bugil Depan Kamera” menyampaikan Pornografi : 5 Kategori dan Tantangan. Dan Lucky Indrawati dari Satf Pengajar FH Unibraw dan Peneliti di Pusat Pengembangan Hukum dan Gender FH Unibraw menyajikan ; Substansi dan Implementasi Penerapan UU No. 44 Tahun 2008. (it crew kominfo)







Berikut opini-opini yang berikan oleh bapak wali kota Malang mengenai TRI BINA CITA KOTA MALANG:
Semakin hari pendidikan di kota malang semakin mengalami perubahan penyajian materi sesuai dengan laju perkembangan jaman. Adapula beberapa sekolah dikota Malang yang telah berstandart Internasional.dan bahkan ada sekolah di Malang ini yang berstandart internasioanl muali dari SD, SMP, SMK dan bahkan Perguruan Tinggi yang terletak dalam satu complex atau satu wilayah.
Kota malang memang kaya akan dunia pariwisata mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata religius, wisata minat kusus, wisata kuliner, wisata belanja, wisata olahraga, wisata umum dan wisata sejarah. Dengan gaya da cirri khas kusus dari masing-masing tempat pariwisata tersebut, membuat kota malang seperti penuh dengan nuansa-nuansa cinta dari alam. Bukan hanya dari alam, perkembangan jamanpun demikian menyemangatinya. 
Recent Comments